post lama #mitsuhikaruSuatu hari rina terjebak diantara 2 orang pria yg mencintainya,
rina mencintai rony namun rina selalu saja menganggap dirinya tak pantas untuk rony,
ia selalu berpikir kalau rony selalu saja terluka karena perbuatannya, dan suatu hari rina bertemu pria lain yg bernama raffi, raffi sering bertanya dan mendengarkan curhatan rina, tak jarang ia pun menghibur rina, dan suatu ketika raffi mengatakan kalau ia mencintainya, rina spontan kaget, namun ia juga merasa setiap didekat raffi ia merasa nyaman sehingga mereka pun jadian.
disisi lain rony pun mendengar hal tersebut dari teman2nya, teman2nya terus saja bertanya kenapa sih lo mau sama cewe kaya dia yg bisanya cuman nyakitin lo aja, rony dengan tenang menjawab "dulu pun aku pernah mencintai seorang gadis, namun entah kenapa yg kulakukan hanyalah membuatnya menangis, tak lama aku bertemu dengan rina, ia selalu mendengarkan curhatanku, dan jg sering sekali menghiburku, karena rasa bersalahku yg tak bisa membuatnya bahagia, akupun berpindah kelain hati, berharap ia bisa bahagia dengan orang lain, tp kenyataannya ia malah semakin terluka, hhh... apa yg kurasakan saat ini mungkin balasannya, sebenarnya aku sudah menduganya cukup lama kalau hal ini akan terjadi, namun aku tak menyangka akan sesakit ini" tak lama rina lewat dengan raffi, mereka tampak ceria sekali, aku hanya melihat rony tersenyum memandang kearahnya, dan rina tampak bersalah sampai ia berlari begitu saja, suatu hari ketika aku sedang nongkrong bersama rony, rina menghampirinya dengan kepala tertunduk dan sepertinya ia menahan tangis, saat itu rony berdiri dan lg2 tersenyum lalu mengelus kepalanya, dan berkata "kini aku tak lagi memikirkan lara / tangis yg kau berikan, karena aku hanya ingin melihat kau bahagia" setelah itu rony mengajakku pulang, diperjalanan aku bertanya padanya, apa maksud dari kata2 tersebut, rony pun menjawab "itu adalah sebuah hiasan yg memiliki arti kalau aku sudah ikhlas ia bersama oranglain, ia mungkin ingin mengatakan maaf kepadaku, lg2 membuatku kecewa, sakit hati, atau lain sebagainya, jd aku mengatakannya seperti itu" aku pun sedikit menyindirnya seolah2 dia itu seorang cenayang saja, tp yg ia katakan adalah "yahh entahlah, sejujurnya sih aku berkata seperti itupun secara spontant, sebenernya apapun yg mungkin ia akan katakan, aku tak ingin mendengarnya, oleh karena itu aku memilih langsung pergi tanpa memberinya kesempatan berbicara" aku sangat tahu akan hal tersebut, pasti ia masih merasakan sakitnya sampai detik ini jg.